Bagaimana Cara Kerja Bitcoin dan Apa Sejarah Bitcoin?

bitcoin

Mari mulai dari dasar...

Ada tiga tipe manusia di dunia ini: produsen, konsumen dan orang tengah. Kalau kamu mau menjual buku di Amazon, kamu harus membayar biaya sebesar 40-50%. Hal yang sama juga terjadi hampir di semua industri! Orang tengah selalu mendapat bagian besar dari uang produsen.

Untuk memahami cara kerja Bitcoin, mari kita ketahui dulu bagaimana sejarah Bitcoin. Pada awalnya Bitcoin dibuat untuk menghapus satu jenis orang tengah – bank. Kalau kamu ingin untuk mentransfer katakan Rp 10 juta dari Indonesia ke temanmu di Inggris, uang tersebut harus melalui sebuah bank di negara pengirim. Lalu mereka mengambil biaya untuk memproses pengiriman. Setelah uang tersebut sampai ke bank yang di Inggris, bank temanmu ini akan mengambil biaya pemrosesan juga.

Bukan hanya biaya pengiriman ini yang menjadi masalah, namun juga data yang mereka simpan. Bank-bank menyimpan banyak sekali data pribadi mengenai pelanggan mereka. Banyak bank yang diretas atau dihack dalam 10 tahun belakangan ini, dan ini merupakan hal yang membahayakan para pengguna bank.

Ditambah lagi, bank dapat membekukan/memblok akun pengguna kapan saja yang mereka mau. Mereka mempunyai kendali yang terlalu mendalam pada pelanggan yang menggunakan bank dan mereka telah menyalahgunakan kendali ini. Mereka juga mempunyai andil yang besar dalam krisis moneter di tahun 2008 lalu juga. Dan penemuan Bitcoin adalah pada tahun 2009, pas setelah krisis tersebut terjadi. Banyak orang percaya bahwa krisis ini merupakan salah satu sebab ditemukannya Bitcoin.

FAKTA UNIK DALAM SEJARAH BITCOIN

Siapakah yang menemukan Bitcoin? Penemu Bitcoin tidak diketahui secara pasti sampai saat ini. Nama alias yang digunakan oleh penemu tersebut adalah Satoshi Nakamoto, tapi ini hanyalah nama samaran dan tiada siapapun yang tahu siapa penemu Bitcoin yang sebenarnya di dunia nyata.

Solusi untuk permasalahan orang tengah tersebut adalah membangun sebuah sistem yang tidak mempunyai kekuasaan tunggal (seperti bank). Sebuah kekuasaan tunggal tidak seharusnya diberi kekuasaan untuk mengendalikan masyarakat. Bank dan pemerintah mengendalikan mata uang, sehingga sebuah mata uang baru harus dibuat.

Nah, Bitcoin adalah solusinya: tidak ada kekuasaan tunggal. Yang artinya tidak ada bank, tidak ada PayPal, tidak ada pemerintah yang mampu untuk menyuruh bank untuk membekukan rekeningmu. Bagus, kan? Sekarang pertanyaan yang mungkin ada di setiap pikiran orang adalah, “Lalu bagaimana cara kerja Bitcoin”?

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?

Penemu Bitcoin membuat tiga konsep utama untuk Bitcoin yang esensial untuk memahami cara kerja Bitcoin:

  • Jaringan Terdesentralisasi
  • Kriptografi
  • Penawaran dan Permintaan

Jaringan Terdesentralisasi

Kalau kamu buka internet browser dan ketik ‘www.google.com’, komputer kamu akan memulai komunikasi dengan komputer-komputer Google. Lalu, kedua komputer akan saling berkomunikasi sehingga browser kamu menampilkan gambar-gambar, tombol dan lain sebagainya. Kalau server Google sedang down karena sebab-sebab tertentu, kamu tidak akan bisa melihat gambar-gambar atau tombol-tombol tersebut. Ini karena data-data tersimpan dalam jaringan yang tersentralisasi – maksudnya semua data ada di dalam satu tempat.

Dalam proses belajar Bitcoin dan memahami cara kerja Bitcoin, kita harus mengerti apa itu jaringan terdesentralisasi terlebih dahulu. Dalam jaringan terdesentralisasi, semua data tersebar di banyak tempat. Kalau Google menggunakan jaringan yang terdesentralisasi, kamu akan tetap dapat melihat data dalam bentuk gambar atau tombol di skenario yang tadi, karena semua data terletak di banyak tempat tersebar dan bukan hanya di satu tempat saja. Yang artinya, Google tidak akan down dan menjadi offline!

Kriptografi

Di dalam Perang Dunia kedua kriptografi banyak sekali digunakan. Kebanyakan penggunaannya adalah untuk merubah pesan radio ke dalam kode rahasia yang tidak dapat dibaca oleh sembarang orang. Untuk membacanya, seseorang harus merubahnya kembali ke bentuk pesan semula. Untuk melakukan ini, kamu memerlukan sebuah kunci. Dan ini semua terwujud berkat penggunaan rumus-rumus matematika!

Nah, sekarang Bitcoin menggunakan cara yang serupa, namun bukan untuk pesan radio. Bitcoin menggunakan kriptografi untuk merubah atau mengkonversi data transaksi. Inilah kenapa Bitcoin dinamakan cryptocurrency atau mata uang kripto. Dengan mengetahui konsep ini, kamu menjadi semakin dekat untuk memahami secara penuh tentang cara kerja Bitcoin.

Bitcoin melakukan ini dengan menggunakan blockchain. Pendiri Bitcoin menemukan teknologi blockchain!

Penawaran dan Permintaan

Minggu lalu ketika Joko mengunjungi toko kue, hanya ada satu kue tersisa. Ada empat orang pengunjung yang ingin membeli kue tersebut. Biasanya satu kue harganya hanya Rp 20.000. Tetapi karena ada empat orang yang sama-sama menginginkannya, harganya menjadi naik dan Joko harus membelinya sebesar Rp 100.000.

Ini adalah konsep utama dari penawaran dan permintaan: saat suatu barang mempunyai persediaan terbatas, barang ini mempunyai harga lebih. Semakin banyak orang yang menginginkannya, semakin tinggi harganya. Ini sama seperti halnya dengan harga mobil klasik yang langka.

Bitcoin menggunakan konsep yang persis seperti ini. Penawaran atau persediaan bitcoin adalah terbatas. Bitcoin diproduksi dalam jumlah yang sudah ditetapkan, dan akan berkurang seiring dengan waktu – setiap empat tahun, jumlahnya berkurang setengah. Bitcoin mempunyai batas sehingga 21 juta koin; disaat 21 juta Bitcoin sudah tercapai, Bitcoin tidak akan bisa diproduksi lagi. Berapa banyak jumlah Bitcoin yang ada sekarang? Pada saat ini (tanggal 3 Mei 2018), sudah ada 16.9 juta Bitcoin yang telah dibuat. Masih sangat panjang perjalanan kita untuk mencapai 21 juta!

Nah, penjelasan tersebut menjawab pertanyaan “Bagaimana cara kerja Bitcoin?” tetapi belum sepenuhnya. Untuk benar-benar memahami cara kerja Bitcoin, mari kita bergerak ke cara kerja transaksi Bitcoin...

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bagaimana Transaksi Terjadi?

Baik, sekarang mari kita lihat bagaimana konsep-konsep di atas bekerja sama. Untuk menyimpan transaksi, kita perlu memasukannya ke dalam sebuah database (seperti Excel sheet).

Biasanya dalam jaringan tersentralisasi, penyimpanan ini berada di satu tempat. Tetapi karena Bitcoin menggunakan jaringan terdesentralisasi, database Bitcoin terbagi atau tersebar. Database yang tersebar ini dikenal sebagai distributed ledger dan ini diakses menggunakan blockchain. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai teknologi blockchain dan memahami cara kerja Bitcoin dari perspektif blockchain dengan lebih baik, bacalah panduan saya Blockchain Explained.

Untuk mengirim Bitcoin ke seseorang, kamu perlu menulis pesan secara digital yang mengatakan, “Saya mengirim 50 Bitcoin ke Bambang”. Pesan ini selanjutnya akan di broadcast atau disiarkan kepada semua komputer di dalam jaringan. Lalu komputer-komputer ini menyimpan pesanmu dalam database/ledger.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bisakah Seseorang Memalsukan Identitas Saya?

Saat kamu membuat dompet Bitcoin atau Bitcoin wallet (untuk menyimpan Bitcoin), kamu menerima kunci publik atau public key dan kunci pribadi atau private key. Kunci publik dan kunci pribadi terdiri dari rentetan huruf dan angka yang panjang; mereka ini seperti username dan password kamu. Kedua hali ini sangat penting untuk memahami cara kerja Bitcoin dan juga cara menggunakan Bitcoin.

Orang-orang perlu untuk mengetahui kunci publik kamu untuk dapat mengirim uang kepadamu. Karena kunci ini hanya berupa rangkaian angka dan digit, tidak ada siapapun yang perlu mengetahui namamu atau alamat email kamu dan lainnya. Ini membuat cara menggunakan Bitcoin dapat dilakukan tanpa nama atau anonymous.

Sedangkan kunci pribadi kamu, kamu tidak boleh memberitahukannya kepada siapapun. Dalam blockchain, kunci pribadimu adalah identitasmu. Kamu menggunakan kunci pribadimu untuk mengakses Bitcoin kamu. Kalau orang lain tahu kunci ini, dia dapat mencuri semua Bitcoin kepunyaanmu – jadi sangat berhati-hatilah!

Jadi ya, secara teknis, identitasmu dapat dipalsukan. Kalau seseorang mendapat kunci pribadimu, mereka dapat menggunakannya untuk mengirim Bitcoin dari dompet kamu ke dompet mereka. Inilah mengapa kamu harus menyimpan kunci pribadimu dengan amat-sangat aman.

Tetapi identitas kamu yang nyata (nama asli, alamat, dan lain sebagainya) tidak dapat dipalsukan, karena kamu tidak memerlukannya untuk mengirim atau dalam cara mendapatkan Bitcoin melalui pengiriman.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bisakah Seseorang Mengeluarkan Bitcoin Sebanyak Dua Kali?

Transaksi-transaksi Bitcoin dikumpulkan bersama dan disimpan di dalam blok atau block. Blok-blok ini saling berhubungan dalam ser-seri tertentu. Inilah kenapa dinamakan blockchain atau rantai blok.

Setiap transaksi di dalam blok memiliki kunci publik yang tertulis. Kalau ini merupakan Bitcoin kamu, maka kunci publik kamu yang ditulis didalamnya. Karena setiap blok terhubung dengan blok sebelumnya, tidak ada Bitcoin yang bisa dikeluarkan dua kali.

Mari kita pahami cara kerja Bitcoin dengan contoh dalam dunia nyata. Kalau seseorang mencoba untuk mengirim Bitcoin yang sama sebanyak dua kali, maka inilah yang akan terjadi:

  1. Cecep mengirim Udin Bitcoin
  2. Transaksi tersimpan di dalam blok dalam blockchain
  3. Keesokan harinya, Cecep mencoba untuk mengirim Bitcoin yang sama ke orang lain
  4. Transaksi Bitcoin yang ini lalu tersimpan di blok yang ada saat yang sama di dalam blockchain
  5. Komputer-komputer yang beroperasi memeriksa blockchain melihat blok terakhir tempat dimana Bitcoin digunakan
  6. Di blok terakhir tempat dimana Bitcoin tersebut digunakan, transaksi menunjukkan bahwa Bitcoin telah dikirim ke kunci publik Udin
  7. Karena bukan kunci publik Udin yang digunakan untuk mengirim Bitcoin di blok yang sekarang, komputer-komputer yang beroperasi dalam pemeriksaan blockchain tidak mengizinkan Bitcoin ini untuk digunakan

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bagaimana Jika Seseorang Mencoba untuk Mengacaukan  Blok-Blok Tersebut?

Kalau ada orang yang ingin merubah data transaksi di salah satu blok, maka yang berubah hanyalah data versi mereka saja, sama seperti dokumen Microsoft Words yang disimpan di dalam komputermu.

Untuk membuat perubahan pada database yang tersebar sehingga data versi semua juga berubah, mereka perlu mempunyai kendali pada 51% komputer yang ada di dalam jaringan.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin: Bagaimana Jika Ada yang Mengontrol 51% Komputer yang Ada dalam Jaringan?

Ini mungkin terjadi, tapi hampir tidak mungkin untuk tercapai. Walaupun seseorang berhasil meretas 51% komputer yang ada di dalam jaringan (yang juga dipanggil nodes), terdapat lapisan keamanan lain yang menghadang mereka.

Untuk menambah blok-blok baru ke dalam blockchain, blok-blok ini pertama-tama harus ditambang atau mined (baca: maind). Proses menambang atau penambangan ini dalam bahasa Inggrisnya dipanggil mining (baca: maining) karena nodes yang melakukannya diberi hadiah Bitcoin - seperti penambang emas diberi hadiah emas.

Dalam proses penambangan, nodes ini harus memproses transaksi-transaksi Bitcoin dan memverifikasi kebenarannya. Untuk melakukan ini, mereka harus menyelesaikan persoalan matematika. Ketika persoalan ini diselesaikan, satu blok berisi sejumlah transaksi mendapat verifikasi, dan blok baru terbuat. Setiap blok memiliki persoalan baru dan solusi baru untuk para penambang temukan.

Node (bentuk tunggal dari nodes) yang menyelesaikan persoalan ini akan mendapat Bitcoin baru. Penambangan menggunakan listrik yang besar, jadi para penambang berhak mendapat hadiah!

Beberapa contoh nyata lainnya dalam cara kerja Bitcoin: inilah yang akan terjadi jika seorang peretas mengontrol 51% nodes atau komputer-komputer yang berada dalam jaringan dan mencoba untuk merubah sebuah blok:

  1. Peretas akan merubah sebuah data di dalam blok agar Bitcoin di dalamnya dapat dikirim ke kunci publik dia sendiri
  2. Karena data di dalam blok berubah, maka terciptalah sebuah persoalan matematika baru dan si peretas harus menyelesaikannya
  3. Biaya listrik yang sangat besar tersebut diperlukan bagi peretas untuk menyelesaikan persoalan matematika yang baru tercipta tadi, dan biaya listrik ini lebih besar dari harga Bitcoin yang sedang dicoba untuk dicuri
  4. Si peretas bisa melanjutkan pencuriannya, namun malah kehilangan uang lebih banyak

Nah, seperti yang kamu lihat, hampir tidak ada gunanya bagi seorang hacker untuk menyelesaikan serangan pada blockchain. Inilah mengapa blockchain sangat aman.

Source: https://id.bitdegree.org




Beli

PESAN SEKARANG JUGA !

PAKET PEMULA LENGKAP EBOOK ANDROIDPEMULA.COM

Rp. 180.000,-

Tapi Hanya

Rp. 150.000,-


Beli

PAKET MAHIR ANDROID | COMING SOON...

Paket Mahir Android ini disusun berdasarkan Konsep Pemula, Terdiri 8-Bagian :

  • Bagian-1 : Pembuatan Project Aplikasi Mahir dengan Konsep Pemula
  • Bagian-2 : Penjelasan Interface dan Struktur Project Android Studio
  • Bagian-3 : Publikasi Aplikasi ke Google Store
  • Bagian-4 : Modifikasi Project dengan Custom Design
  • Bagian-5 : Kode Praktis Pembuatan Project Android Studio
  • Bagian-6 : Problem Solving dalam Project Android Studio
  • Bagian-7 : Pembuatan Project dengan Database SQL dan PHP
  • Bagian-8 : Pembuatan Aplikasi Toko Online dengan Android Studio
Note! Harga Bisa Naik Tanpa Pemberitahuan Sebelumnya...
author

Kutipan Bisnis

"Bisnis apa yang paling bagus? Ya bisnis yang dimulai dan dibuka, bukan yang ditanyakan terus."

Bob Sadino - Pengusaha Indonesia

Leave a Comments

© AndroidPemula.com 2020. All Right Reserved. Support by Qwords | Designed by Iqrosoft.co.id

Back to Top